Pancasila Sebagai Pengembang Ilmu


     Perumusan Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi aktivitas ilmiah di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat niscaya. Pengembangan ilmu dapat dikatakan tidak bertentangan dengan Pancasila jika memenuhi syarat sebagai berikut :

1. Tidak bertentangan
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. Menyertakan nilai Pancasila
 setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri
3. Pancasila sebagai rambu normatif 
Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan ilmu iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
4. Berakar dari budaya dan ideologi
Setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia.


Kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi di sekitar kita ibarat pisau bermata dua, di satu sisi iptek memberikan kemudahan untuk memecahkan persoalan hidup dari kehidupan yang dihadapi, tetapi di pihak lain membunuh bahkan memusnahkan peradaban umat manusia.

Jika iptek digunakan untuk kemajuan dan kemuslahatan umat manusia, maka iptek tersebut memiliki nilai positif. Namun jika iptek tersebut digunakan untuk melakukan kejahatan, iptek tersebut menjadi negatif. Maka dari itu Pancasila sangat berperan penting dalam mengatur pengembangan ilmu dan teknologi. Serta sebagai pengarah jalan perkembangan iptek itu sendiri agar tidak menyimpang dari norma-norma yang ada di Indonesia. Contohnya seni tari di Indonesia jika tidak memperhatikan Pancasila maka tarian tersebut dapat menjadi tarian yang erotis, yang sudah jelas tidak sesuai dengan norma dan budaya di Indonesia. Kesimpulannya adalah setiap  pengembang ilmu dan teknologi di Indonesia haruslah berpegang teguh dan berpacu pada Pancasila sebelum mengembangkan iptek tersebut di Indonesia.

Like us on Facebook