Kesan dan Pesan Belajar Mata Kuliah Pancasila



Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah saya sangat beruntung karena di terima di Universitas Negeri Jakarta. Alhamdulillah juga saya bisa mendapatkan kesempatan untuk di ajarkan oleh pa Abdul Rahman pada mata kuliah Pancasila.
Selama saya memasuki kelas Pancasila saya datang lebih awal 1 jam sebelum kelas dimulai. Pernah sekali pertemuan saya sudah berada di kelas dan ternyata tidak ada pertemuan kelas hari itu. Di satu sisi saya merasa membuang waktu karena.datang ke kampus dan pulang lagi. Namun di satu sisi saya mendapatkan uang jajan dari orang tua. Hehe :D tetapi tidak ada yang perlu di sesali selama itu bermanfaat dan tidak merugikan orang lain.
Masuk kelas Pancasila pa Abdul Rahman sangatlah menyenangkan. Karena pa Abdul Rahman dalam menyampaikan materi tidak membuat kami bosan. Pa Abdul Rahman lebih banyak menceritakan pengalaman hidup tetapi masih berhubungan dengan materi yang disampaikan.
Pa Abdul Rahman juga senantiasa memacu kami supaya lebih aktif di kelas. Dengan menanyakan banyak hal yang menurut saya jauh ditebak oleh saya. Ini sebabnya saya jarang menjawab pertanyaan karena "belum mampu" menyampaikan jawaban.
Setelah kelas selesai saya selalu merasa ada rasa kepedulian terhadap sesama dan lebih banyaj berfikir tentang negara Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Abdul Rahman karena telah mengajarkan saya lebih banyak tentang Pancasila. Semoga pelajaran yang bapak berikan dapat bermanfaat bagi saya dan orang lain.

Itu saja yang dapat saya curahkan. Kurang lebih mohon maaf.

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Refleksi Keseluruhan Materi Pancasila



Berikut ini refleksi materi pancasila secara keseluruhan :

Bab 1 (Urgensi Mata Kuliah Pancasila)
Sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas kita selalu mendapatkan pelajaran pancasila. Begitupun saat memasuki jenjang perguruan tinggi kita masih di wajibkan mengambil mata kuliah pancasila.
Lalu mengapa masih banyak masalah yang terjadi di Indonesia padahal negara kita memiliki Pancasila?  ada 2 faktor utama, yaitu pertama karena sistem pendidikan yang salah. Pelajaran pancasila selama ini hanya terbatas pada materi saja, sehingga penerapan pancasila itu sendiri kurang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh pelajar/mahasiswa. Padahal mereka adalah generasi penerus bangsa ini. Kedua, karena kurangnya contoh dari pemegang jabatan negeri. Jika pemerintahan menerapkan pancasila dalam kehidupan maka rakyat Indonesia pun akan berusaha untuk menjaga dan mengamalkan pancasila dalam berwarganegara.

Bab 2 (Pancasila dalam konteks sejarah)
Pancasila merupakan bagian penting dari sejarah terbentuknya Indonesia. Maka pancasila tidak boleh dilupakan begitu saja oleh rakyat Indonesia. Segala upaya dilakukan agar pancasila tetap melekat di hati masyarakat. Salah satunya dengan memasukkan pancasila sebagai mata pelajaran di setiap jenjang pendidikan. Namun masih banyak yang belum paham bagaimana Pancasila terbentuk. Hal tersebut terjadi karena saat belajar sejarah pancasila kita hanya terfokus untuk menghafal sejarah, bukan menambah pengalaman belajar yang nyata. Metode belajar juga sangat menentukan siswa mudah dalam mengingat sejarah pancasila atau tidak. Selain itu, aplikasi nyata dalam berbangsa dan bernegara sangat diperlukan agar pengetahuan tentang sejarah pancasila semakin melekat di kehidupan masyarakat Indonesia.

Bab 3 (Pancasila Sebagai Dasar Negara)
Pancasila dijadikan sebagai dasar negara kemudian dasar negara dijadikan sebagai hukum. Dapat disimpulkan bahwa hukum dibuat berdasarkan pancasila. Hukum sendiri merupakan tempat seseorang mengacu untuk berpijak. Jika tidak berdasarkan hukum maka kemungkinan seseorang akan mengacu pada orang lain. Pancasila di jadikan sebagai dasar negara karena pancasila di jadikan sumber dari segala sumber hukum. Jika hukum atau aturan yang berlaku di Indonesia sudah sesuai dengan keadaan masyarakat Indonesia, maka dapat dipastikan pancasila dapat disebut sebagai dasar negara Indonesia.

Bab 4 (Pancasila sebagai Ideologi Bangsa)
Kata ideologi berasal dari bahasa Yunani. Idea yang berarti gagasan atau dasar dan logos yang berarti ilmu. Kata “Idea” selalu dihubungkan dengan arti cita-cita atau tujuan. Ideologi merupakan keyakinan, kepercayaan dan pedoman untuk mencapai tujuan.
Dalam mencapai cita-cita bangsa, kita harus memiliki pedoman yang sesuai dengan bangsa Indonesia. Di dalam diri masyarakat Indonesia juga harus memiliki keyakinan yang kuat untuk mencapai tujuan. Karena seseorang yang memeliki keyakinan lemah akan lebih lambat mencapai tujuannya daripada orang yang memiliki keyakinan yang kuat.
Pancasila sangatlah penting sebagai ideologi negara. Karena Indonesia memiliki masyarakat yang beragam dan setiap masyarakat memiliki sudat pandang yang berbeda-beda. Maka pancasilalah yang menyatukan kita dalam mencapai cita-cita Indonesia.

Bab 5 (Pancasila Sebagai Filsafat)
Sejarah filsafat dimulai sejak zaman Yunani sekitar abad ke-7 SM. pada saat itu banyak orang yang mulai membahas dan memikirkan keadaan alam lingkungan dunia dan pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan. Para pemikir Yunani selalu menghubungkan pemikirannya dengan mitos tanpa di analisa kembali.
3 Landasan yang harus dipenuhi Pancasila untuk menjadi ilmu :
1. Landasan Ontologis
Sila pertama memiliki makna secara ontologi sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang seharusnya dapat dipahami oleh masyarakat dan bangsa Indonesia agar di dalam kehidupan tidak melakukan perbuatan yang tercela dan merugikan orang lain.
2. Landasan Epistomologis
Pancasila dibuat berdasarkan keadaan masyarakat pada saat itu yang sangat beragam. Melalui berbagai perdebatan dan masalah keberagaman, pada akhirnya pancasila menemui titik temu. Nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam lima sila dapat di gunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh manusia. Selain itu, Pancasila yang di dalamnya terdapat pengetahuan seharusnya sudah cukup untuk mengatasi permasalahan yang ada.
3. Landasan Aksiologis
Aksiologis merupakan bagian dari filsafat yang mempelajari bagaimana suatu ilmu digunakan dalam kehidupan. Pancasila yang mengandung banyak nilai-nilai luhur, sudah seharusnya digunakan sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari-hari.

Bab 6 (Pancasila Sebagai Etika)
Pancasila disebut sebagai way of life bangsa indonesia, artinya pancasila merupakan  jalan hidup bagi bangsa indonesia. Tidak ada pertentangan antara jalan hidup yang kita jalankan dengan jalan hidup berbangsa. Maksudnya adalah jalan hidup individu semuanya dimasukkan ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya adalah saat berhubungan dengan orang lain kita menggunakan pancasila sebagai petunjuk dalam bertingkah laku dalam hubungan tersebut. Namun tidak semua tingkah laku kita diatur oleh hukum, akibatnya masih banyak tingkah laku masyarakat Indonesia yang tidak sesuai dengan pancasila.

Sebagai mahasiswa kita harus mempelajari etika. karena kita masih membutuhkan tuntunan baik dan buruknya saat berperilaku. Serta untuk mengajarkan kembali kepada anak dan cucu kita kelak.

Bab 7 (Pancasila sebagai pengembang ilmu)
Perumusan Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi aktivitas ilmiah di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat niscaya. Pengembangan ilmu dapat dikatakan tidak bertentangan dengan Pancasila jika tidak bertentangan dengan Pancasila, menyertakan nilai Pancasila kedalam iptek tersebut, pancasila dijadikan sebagai rambu normatif atau pengarah jalannya iptek, dan Berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia.


Pancasila Sebagai Pengembang Ilmu


     Perumusan Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi aktivitas ilmiah di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat niscaya. Pengembangan ilmu dapat dikatakan tidak bertentangan dengan Pancasila jika memenuhi syarat sebagai berikut :

1. Tidak bertentangan
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. Menyertakan nilai Pancasila
 setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri
3. Pancasila sebagai rambu normatif 
Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan ilmu iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
4. Berakar dari budaya dan ideologi
Setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia.


Kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi di sekitar kita ibarat pisau bermata dua, di satu sisi iptek memberikan kemudahan untuk memecahkan persoalan hidup dari kehidupan yang dihadapi, tetapi di pihak lain membunuh bahkan memusnahkan peradaban umat manusia.

Jika iptek digunakan untuk kemajuan dan kemuslahatan umat manusia, maka iptek tersebut memiliki nilai positif. Namun jika iptek tersebut digunakan untuk melakukan kejahatan, iptek tersebut menjadi negatif. Maka dari itu Pancasila sangat berperan penting dalam mengatur pengembangan ilmu dan teknologi. Serta sebagai pengarah jalan perkembangan iptek itu sendiri agar tidak menyimpang dari norma-norma yang ada di Indonesia. Contohnya seni tari di Indonesia jika tidak memperhatikan Pancasila maka tarian tersebut dapat menjadi tarian yang erotis, yang sudah jelas tidak sesuai dengan norma dan budaya di Indonesia. Kesimpulannya adalah setiap  pengembang ilmu dan teknologi di Indonesia haruslah berpegang teguh dan berpacu pada Pancasila sebelum mengembangkan iptek tersebut di Indonesia.

Pancasila Sebagai Etika


    Etika secara etimologi berasal dari kata Yunani ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. Secara terminologi etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik-buruk. Yang dapat dinilai baik atau buruk adalah sikap manusia yang menyangkut perbuatan, tingkah laku, gerakan-gerakan, kata-kata dan sebagainya.

Pancasila disebut sebagai way of life bangsa indonesia, artinya pancasila merupakan  jalan hidup bagi bangsa indonesia. Tidak ada pertentangan antara jalan hidup yang kita jalankan dengan jalan hidup berbangsa. Maksudnya adalah jalan hidup individu semuanya dimasukkan ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya adalah saat berhubungan dengan orang lain kita menggunakan pancasila sebagai petunjuk dalam bertingkah laku dalam hubungan tersebut. Namun tidak semua tingkah laku kita diatur oleh hukum, akibatnya masih banyak tingkah laku masyarakat Indonesia yang tidak sesuai dengan pancasila.

Sebagai mahasiswa kita harus mempelajari etika. karena kita masih membutuhkan tuntunan baik dan buruknya saat berperilaku. Serta untuk mengajarkan kembali kepada anak dan cucu kita kelak.

Sekian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat :)

REFLEKSI : PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT


Gambaran Tentang Filsafat
     Sejarah filsafat dimulai sejak zaman Yunani sekitar abad ke-7 SM. pada saat itu banyak orang yang mulai membahas dan memikirkan keadaan alam lingkungan dunia dan pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan. Para pemikir Yunani selalu menghubungkan pemikirannya dengan mitos tanpa di analisa kembali. Meskipun demikian, hal ini dapat menunjukkan bahwa proses berfikir pada zaman tersebut mulai berkembang. Contohnya saat Tales mengatakan bahwa kehidupan berasal dari air. Dengan adanya teori tersebut muncul pemikiran dan eksperimen yang lainnya. Maka dengan ini filsafat dapat dikatakan juga sebagai cabang dari semua ilmu. Tanpa adanya filsafat kita tidak akan mendapatkan dasar ilmu yang sedang kita pelajari dan kita tidak mengetahui kebenaran ilmu tersebut. Secara garis besar filsafat dapat di artikan sebagai ilmu yang mendasar.
     Berikut pengertian fiilsafat menurut para ahli :
> Menurut Aristoteles
Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang berisi ilmu metafisika, retorika, logika, etika, ekonomi, politik dan estetika (filsafat keindahan).
> Menurut Immanuel Kant
Filsafat adalah ilmu (pengetahuan), yang merupakan dasar dari semua pengetahuan dalam meliput isu-isu epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menjawab pertanyaan tentang apa yang dapat kita ketahui.
> Menurut Al Farabi
Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) tentang sifat bagaimana sifat sesungguhnya dari kebenaran.
> Menurut Rene Descartes
Filsafat adalah kumpulan semua pengetahuan bahwa Allah, manusia dan alam menjadi pokok penyelidikan.
> Menurut Plato
Filsafat adalah ilmu yang mencoba untuk mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang sebenarnya.
> Menurut Langeveld
Filsafat adalah berpikir tentang masalah final dan menentukan, yaitu masalah makna keadaan, Tuhan, kebebasan dan keabadian.
> Menurut Hasbullah Bakry
Filsafat adalah ilmu yang meneliti secara mendalam tentang ketuhanan, manusia dan alam semesta untuk menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana alam dapat dicapai sejauh pikiran manusia dan bagaimana perilaku manusia seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.
> Menurut N. Driyarkara
Filsafat adalah refleksi yang mendalam tentang penyebab ‘di sana dan melakukan’, refleksi dari realitas (reality) jauh ke dalam ‘mengapa’ penghabisan itu.
> Menurut Ir. Proedjawijatna
Filsafat adalah ilmu yang berusaha untuk menemukan penyebabnya deras untuk segala sesuatu dengan pikiran belaka.
> Menurut Notonogo
Filosofi yang meneliti hal-hal yang menjadi objek inti dari sudut mutlak (di), yang tetap dan tidak berubah, yang juga disebut alami.
Pancasila Sebagai Filsafat
3 Landasan yang harus  dipenuhi Pancasila untuk menjadi ilmu :
1. Landasan Ontologis
Ontologi merupakan salah satu kajian filsafat yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Dapat diartikan bahwa ontologis mengarah kepada suatu realitas. Sila pertama pada pancasila  menegaskan secara ontologis bahwa masyarakat Indonesia harus beriman dan bertaqwa kepada Tuhan. Sila pertama memiliki makna secara ontologi sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang seharusnya dapat dipahami oleh masyarakat dan bangsa Indonesia agar di dalam kehidupan tidak melakukan perbuatan yang tercela dan merugikan orang lain.
2. Landasan Epistomologis
Pancasila dibuat berdasarkan keadaan masyarakat pada saat itu yang sangat beragam. Melalui berbagai perdebatan dan masalah keberagaman, pada akhirnya pancasila menemui titik temu. Nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam lima sila dapat di gunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh manusia. Selain itu, Pancasila yang di dalamnya terdapat pengetahuan seharusnya sudah cukup untuk mengatasi permasalahan yang ada.
3. Landasan Aksiologis
Aksiologis merupakan bagian dari filsafat yang mempelajari bagaimana suatu ilmu digunakan dalam kehidupan. Pancasila yang mengandung banyak nilai-nilai luhur, sudah seharusnya digunakan sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari-hari. Karena pancasila mengajarkan bagaimana seseorang berperilaku yang baik.
Pancasila sebagai ilmu pengetahuan sudah seharusnya di kembangkan dan diimplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh semua warga negara Indonesia. Dengan demikian, masalah-masalah dalam semua tingkatan, pendidikan, politik, korupsi dan pemerintahan dapat teratasi dengan mudah. Satu kalimat penutup dari refleksi ini adalah "jika ingin mendapatkan sesuatu yang lebih baik, maka anda harus menggali dan mempelajari lebih jauh pula"
Sekian refleksi yang dapat saya uraikan
Semoga dapat bermanfaat bagi yang membaca :)

Like us on Facebook